Siswa TN Berjaya Di Broadcasting Competition 2013

Siapa bilang siswa SMA Taruna Nusantara hanya jago dalam sains dan baris-berbaris? Dalam lomba yang diselenggarakan Akademi Radya Binatama (AKRB) Yogyakarta ini, Siswa SMA Taruna Nusantara berhasil meraih hasil yang memuaskan. Lomba  Broadcasting ini terdiri atas Lomba Presenter TV dan Penyiar Radio Tingkat SMA se-Pulau Jawa.

Lomba ini memperebutkan Piala Gubernur DIY dan Bupati Bantul dan diikuti oleh 80 siswa SMA yang rata-rata mempunyai kualitas yang tidak bisa dianggap remeh. SMA Taruna Nusantara mengirimkan 6 siswa pada Lomba Presenter TV, yakni Mega Ayundya Nirwaningtyas (XI IA-6), Bernadian Kusumasari Herasmoro (XI IS-3), Gilang Wahyu Prasetyo Putro (XI IA-7), Gidion Ivan Arly (X-7), Zena Sabilatuttaqiyya (X-2), dan Muh Rizky Ramadhani (X-7). Sedangkan Lomba Penyiar Radio siswa, SMA Taruna Nusantara juga mengirimkan 6 siswa, yakni Hanan Alviana (XI IA-1), Putri Zaen Patma Sari Irawan (XI IS-2), Adantia Noveria (XI IS-3), Kharis Dwi Irpan (XI IS-3), Ilma Sulistyani (XI IS 1), dan Vira Siska (XI IS 1).

Dalam kompetisi ini, para peserta dituntut untuk komunikatif dan mempunyai rasa percaya diri yang tinggi. Lomba penyiar radio misalnya, peserta harus bisa membawakan acara mulai dari tangga lagu sampai info dan tips keluarga. Jadi peserta harus mampu membawakan acara informal dan semi formal. Sedangkan Lomba presenter TV, peserta diwajibkan mampu membawakan acara berita, olahraga, bahkan sampai infotainment.

Awalnya, siswa SMA Taruna Nusantara sempat ragu apakah mampu membawakan acara yang bervariasi. Apalagi, ada beberapa peserta yang memang sudah menjadi presenter dan penyiar radio freelance. Akan tetapi, dengan persiapan yang maksimal dan strategi yang matang, siswa SMA Taruna Nusantara akhirnya berhasil memborong juara pada lomba presenter TV. SMA TN meraih Juara 1 a.n siswa Gidion Ivan Arly (X-7), Juara 2 a.n Mega Ayundya Nirwaningtyas (XI IA-6), dan Juara 3 a.n Bernadian Kusumasari Herasmoro (XI IS-3). Sedangkan Lomba Penyiar Radio, SMA Taruna Nusantara meraih Juara 2 a.n siswa Putri Zaen Patma Sari Irawan (XI IS-2).

Hasil yang dicapai oleh siswa SMA Taruna Nusantara sangat membanggakan. Apalagi pada babak final, para siswa didampingi langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan, Bapak Drs. Gogol Baroto, M. Pd. Semoga tradisi prestasi ini berlanjut dan menjadi acuan bagi adik-adik angkatan berikutnya. (ATL)

Juara 1 Economics Contest Tingkat Nasional

Pada Economics Contest Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor, Tim SMA Taruna Nusantara berhasil meraih Juara I. Rangkaian lomba dimulai dari Babak Penyisihan berupa seleksi berkas Business Contest of Agriculture. Dari 68 berkas tim-tim SMA seluruh Indonesia, Tim SMA Taruna berhasil masuk 20 besar dan berhak mengikuti babak semi final di IPB.

Pada babak semifinal para peserta diuji kemampuannya dengan 4 jenis lomba yaitu Presentasi Business Contest of Agriculuture, Economics Writing Test, Manajemen Selling Competition, dan Environmental Youth Conference Simulation. Hasil babak semifinal menempatkan Tim SMA Taruna masuk 5 besar dan berhak tampil di final.

Pada babak final, dimana para peserta diuji dengan soal-soal ekonomi yang berkaitan dengan Ilmu Ekonomi, Manajemen, Agribisnis, dan Sumberdaya Lingkungan, Tim SMA Taruna Nusantara berhasil meraihh skor tertinggi. Sebagai Juara I, Tim SMA Taruna Nusantara berhak atas hadiah berupa bebas masuk Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB tanpa Test.

Tampak pada gambar Tim SMA Taruna Nusantara (berdiri dari paling kiri) Fransiska Herlin Novitasari ( Siswa Kls. XI –IA 7), Mutia Rahmania (Siswa Kls. X-3), Yohanes Krisnatyo A.P (Siswa Kls. X-8) dan Bpk. Maulana, SE, M.Pd, Akt (Pembina).

Juara 1 Economics Contest Tingkat Nasional

Pada Economics Contest Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor, Tim SMA Taruna Nusantara berhasil meraih Juara I. Rangkaian lomba dimulai dari Babak Penyisihan berupa seleksi berkas Business Contest of Agriculture. Dari 68 berkas tim-tim SMA seluruh Indonesia, Tim SMA Taruna berhasil masuk 20 besar dan berhak mengikuti babak semi final di IPB.

Pada babak semifinal para peserta diuji kemampuannya dengan 4 jenis lomba yaitu Presentasi Business Contest of Agriculuture, Economics Writing Test, Manajemen Selling Competition, dan Environmental Youth Conference Simulation. Hasil babak semifinal menempatkan Tim SMA Taruna masuk 5 besar dan berhak tampil di final.

Pada babak final, dimana para peserta diuji dengan soal-soal ekonomi yang berkaitan dengan Ilmu Ekonomi, Manajemen, Agribisnis, dan Sumberdaya Lingkungan, Tim SMA Taruna Nusantara berhasil meraihh skor tertinggi. Sebagai Juara I, Tim SMA Taruna Nusantara berhak atas hadiah berupa bebas masuk Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB tanpa Test.

Tampak pada gambar Tim SMA Taruna Nusantara (berdiri dari paling kiri) Fransiska Herlin Novitasari ( Siswa Kls. XI –IA 7), Mutia Rahmania (Siswa Kls. X-3), Yohanes Krisnatyo A.P (Siswa Kls. X-8) dan Bpk. Maulana, SE, M.Pd, Akt (Pembina).

Antonius Wisnu Meraih Medali Emas IEYI – Malaysia

http://news.detik.com

Detektor Telur Busuk Karya Siswa Indonesia Curi Perhatian Dunia

JakartaAntonius Wisnu yang masih sangat muda sebagai pelajar SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah, mampu mencuri perhatian dunia internasional sebagai penemu muda. Temuannya adalah detektor telur busuk yang dilengkapi sensor.

“Idenya dari ibu saya yang suka bikin kue. Lalu di pasar ada orang yang mendeteksi telur busuk, telurnya dibungkus koran dan diterawang,” ujar Wisnu di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Minggu (12/5/2013).

Alhasil, Wisnu membuat senter yang dilengkapi sensor cahaya dan kalibrator. Temuannya ini menarik perhatian pengunjung International Exhibition of Young Inventors (IEYI) di Kuala Lumpur, Malaysia, tanggal 9-11 Mei 2013.

“Kalau cahaya tembus, dia akan nyala lampu hijau. Kalau gelap, dia akan menyala merah dan berbunyi,” ujar Wisnu.

Antusias para pengunjung cukup tinggi atas temuan Wisnu ini. Temuannya juga sampai mendapatkan perhatian dari para penggiat industri yang hendak membeli hak ciptanya.

“Ada yang minta kontak saya, menanyakan alat saya dijual berapa ringgit. Ada juga yang mengatakan kalau bisa alat ini dibuat otomatis,” ujar Wisnu.

Ia pun berencana mengembangkan alat serupa yang telah menggunakan karet roda, sehingga telur-telur tersebut secara otomatis berjalan ke arah sensor dan dipisahkan oleh lengan mekanik, antara yang busuk dan yang tidak.

“Tapi kalibrasinya belum selesai, membuat seting gelap terang itu yang susah. Siapa tahu saya ada kesempatan dan waktu luang saya akan kembangkan terus,” ujar Wisnu.

Wisnu adalah peserta penemu muda terbaik diantara 64 purwarupa dari 13 negara yang ikut dalam ajang ini. Ia mendapatkan medali emas dan piala The Best Innovation, sebagai penghargaan tertinggi di acara tersebut. (vid/fjp)

Berita terkait :
http://news.detik.com2

Andramica Priastyo Meraih Medali Perunggu Asia Physics Olympiad (APhO) 2013

http://edukasi.kompas.com

Pelajar Indonesia Raih Prestasi di Olimpiade Fisika Asia

BOGOR, KOMPAS.com — Tim Indonesia meraih prestasi gemilang dalam ajang Asia Physics Olympiad (APhO) 2013 yang dilaksanakan di Bogor, Jawa Barat. Tim pelajar Indonesia menyumbangkan 2 medali emas, 2 medali perak, 2 medali perunggu, dan 2 honourable mention.

Dalam acara penutupan di Bogor, Sabtu (11/5/2013) malam, Himawan Wicaksono Winarto dari SMA Katolik St. Agustinus, Malang (Jawa Timur), dinobatkan sebagai absolute winner. Ia meraih satu medali emas dan juga gelar best male participant serta gelar terbaik dalam tes eksperimen.

Selain itu, Josephine Monica dari SMAK Penabur Gading Serpong meraih gelar best female participant dan mendapatkan 1 medali emas.

Dua medali perak disumbangkan oleh Kristo Nugraha Lian (SMAK Penabur Gading Serpong) dan Aryani Paramita (SMAK 3 Penabur Jakarta). Selain itu, dua medali perunggu diraih oleh Andramica Priastyo (SMA Taruna Nusantara Magelang) dan Justian Harkho (SMA Santo Petrus Pontianak).

Adapun honourable mention diraih oleh Ryan Vitalis Kartiko (SMA Katolik Rajawali Makassar) dan Fidiya Maulida (SMAN 1 Pamekasan).

Editor : Nasru Alam Aziz