Jeremias Rontini, Kapolres Termuda di Seluruh Indonesia

Kapolres Mimika AKBP Jeremias Rontini, SIK adalah salah seorang Kapolres termuda di seluruh Indonesia. Betapa  tidak, ia dilantik sebagai  Kapolres Boven Digoel  pada 2011 lalu ketika usianya baru mencapai 37 tahun.

Ia juga dikenal di Jajaran Polda Papua, sebagai tipikal anggota Polri masa kini yang cepat dan tepat menangani sebuah konflik masyarakat. Apa saja tugas dan tanggung jawab yang telah diembannnya?

APABILA sebelumnya telah dikisahkan AKBP Jhonny Edison Isir, yang kini menjabat Kapolres Jayawijaya sebagai  lulusan Akpol terbaik pada  1996, maka rekan seangkatannya AKBP Jeremias Rontini, SIK sebagai Kapolres termuda di seluruh Indonesia.

Jeremias Rontini adalah salah satu dari tiga putra asli Papua yang  berhasil masuk Akpol Semarang  tahun 1996, bersama AKBP Jhonny Edison Isir dan AKBP Erik Sully yang kini menjabat Waden Gegana Brimob Polda Papua.  Sedangkan seorang putra asli Papua lainnya diterima di Akmil Magelang.

“Kami ada tiga orang dan semuanya ada di jajaran Polda Papua. Ada satu lagi dileting kami, namun dia direkrut di TNI yaitu Mayor CAJ Ottow Resalino Maniagasi, saat ini informasinya dia lagi Sesko di Bandung. Kami berempat sama-sama menempuh pendidikan SMA Taruna Nusantara Magelang dan juga sama-sama tes dan sama-sama diterima,” kenangnya ketika sama-sama berjuang dalam mengejar pendidikan dan juga cita-cita.

Dikatakan Jeremias Rontini, persaingan mereka tak semata siapa yang pintar dan siapa yang mendapatkan pangkat tertinggi. Tapi mensejajarkan kemajuannya dengan rekan-rekan mahasiswa dari diluar Papua, selama 8 tahun didunia pendidikan.
Jeremias Rontini menuturkan, setelah lulus Akpol ‘1996 ia ditugaskan di Brimob Kelapa Dua, Jakarta dengan pangkat AKP. Karirnya terus menanjak hingga menjabat Danton Danton Kie Yon B Men Ipada tahun 1997.  Selanjutnya, ia  menjabat Pasi Intel Yon A Men III  tahun 2000.

Menurut Jeremias Rontini, ia sempat menjabat Pama Polda Papua selama satu bulan pada bulan April 2006. Bahkan ketika berpangkat AKP  ia menjabat  Waka Den B Sat Brimob Polda Papua. Setahun kemudian ia menjabat Wakapolres Puncak Jaya selama dua bulan. Selanjutnya, menjabat  Wakaden B Mimika Sat Brimob Polda Papua pada September 2007 dan Wakapolres Mimika.

Tahun 2010 Jeremias Rontini  mengikuti Sespim, selanjutnya bertugas di Polda Papua. Tak lama kemudian, ia dilantik sebagai Kasatgas Objek Vital Nasional di tambang emas PT. Freeport Indonesia di Mimika. Sepulang dari Mimika, Jeremias Rontini  dilantik sebagai Kapolres di Boven Digoel pada Oktober 2011.
“Saya satu-satunya Kapolres berpangkat Kompol, sehingga saya disebut-sebut Kapolres termuda diseluruh Indonesia,” katanya bangga, seraya menambahkan dirinya  lebih kaget lagi, ketika ia dipercayakan menjadi Kapolres Mimika.”
Ditanya seorang Jeremias Rontini dikenal cepat dnn tepat mengatasi konflik, Jeremias mengaku untuk menciptakan aman dan nyaman kuncinya soliditas. Soliditas menyangkut kepentingan publik.
“Kita harus lakukan dengan langkah-langkah yang solid, baik dari pemerintah, teman-teman TNI serta  elemen masyarakat, agama dan intelektual serta internal. Tanpa hal itu tak akan pernah memecahkan masalah di Papua,” tukas anak kedua  dari enam bersaudara.(*/don/l03/@dv)

RIWAYAT HIDUP
Nama                      : Jeremias Rontini
Jabatan                   : Kapolres Mimika
Tempat/ /Tgl Lahir   : 18 Agustus 1974
Agama                    : Kristen

PENDIDIKAN UMUM
SD  1987
SMP 1990
SMA 1993
S2  2011

PENDIDIKAN POLISI
Akpol  1996
PTIK 2005
Sespim 2010

PENDIDIKAN JURUSAN
Das Pa Brimob  1997
Sus  Bahasa Inggris  1997
Pelopor  1998

PANGKAT
Ipda 1996
Iptu 2000
AKP 2003
Kompol 2008
AKBP 2012

RIWAYAT  JABATAN
11-07-1997  Pama Korbrimob Polri
30-12 -1997 Danton Kie Yon B Men I
01-12-2000  Pasi Intel Yon A Men III
26-04-2001  Danki 3 Yon C Men III
17-05-2002  Pasi Ops Yon C  Men III
06-06-2005  Pama PTIK
11-04-2006  Pama Polda Papua
19-05-2006  Waka Den B Sat Brimob Polda Papua
04-07-2007  Waka  Polres Puncak Jaya
19-09-2007  Waka Den B Mimika Sat Brimob Polda Papua
08-10-2008  Waka Polres  Mimika
08-10-2010  Pamen Polda Papua
19-10-2010  Kasat II Dit Narkoba Polda Papua
31-07-2011  Kasubdit Kilas Dit Pamovit Polda Papua
19-10-2011  Kapolres Boven Digoel
24-10-2012  Kapolres Mimika

TANDA JASA
Satya Lacana Kesetiaan 8 Tahun
Satya Lacana Dharma Nusa

LAPORAN: MAKAWARU DA CUNHA/BINTANG PAPUA
Sumber: http://bintangpapua.com

Jeremias Rontini, Kapolres Termuda di Seluruh Indonesia

Kapolres Mimika AKBP Jeremias Rontini, SIK adalah salah seorang Kapolres termuda di seluruh Indonesia. Betapa  tidak, ia dilantik sebagai  Kapolres Boven Digoel  pada 2011 lalu ketika usianya baru mencapai 37 tahun.

Ia juga dikenal di Jajaran Polda Papua, sebagai tipikal anggota Polri masa kini yang cepat dan tepat menangani sebuah konflik masyarakat. Apa saja tugas dan tanggung jawab yang telah diembannnya?

APABILA sebelumnya telah dikisahkan AKBP Jhonny Edison Isir, yang kini menjabat Kapolres Jayawijaya sebagai  lulusan Akpol terbaik pada  1996, maka rekan seangkatannya AKBP Jeremias Rontini, SIK sebagai Kapolres termuda di seluruh Indonesia.

Jeremias Rontini adalah salah satu dari tiga putra asli Papua yang  berhasil masuk Akpol Semarang  tahun 1996, bersama AKBP Jhonny Edison Isir dan AKBP Erik Sully yang kini menjabat Waden Gegana Brimob Polda Papua.  Sedangkan seorang putra asli Papua lainnya diterima di Akmil Magelang.

“Kami ada tiga orang dan semuanya ada di jajaran Polda Papua. Ada satu lagi dileting kami, namun dia direkrut di TNI yaitu Mayor CAJ Ottow Resalino Maniagasi, saat ini informasinya dia lagi Sesko di Bandung. Kami berempat sama-sama menempuh pendidikan SMA Taruna Nusantara Magelang dan juga sama-sama tes dan sama-sama diterima,” kenangnya ketika sama-sama berjuang dalam mengejar pendidikan dan juga cita-cita.

Dikatakan Jeremias Rontini, persaingan mereka tak semata siapa yang pintar dan siapa yang mendapatkan pangkat tertinggi. Tapi mensejajarkan kemajuannya dengan rekan-rekan mahasiswa dari diluar Papua, selama 8 tahun didunia pendidikan.
Jeremias Rontini menuturkan, setelah lulus Akpol ‘1996 ia ditugaskan di Brimob Kelapa Dua, Jakarta dengan pangkat AKP. Karirnya terus menanjak hingga menjabat Danton Danton Kie Yon B Men Ipada tahun 1997.  Selanjutnya, ia  menjabat Pasi Intel Yon A Men III  tahun 2000.

Menurut Jeremias Rontini, ia sempat menjabat Pama Polda Papua selama satu bulan pada bulan April 2006. Bahkan ketika berpangkat AKP  ia menjabat  Waka Den B Sat Brimob Polda Papua. Setahun kemudian ia menjabat Wakapolres Puncak Jaya selama dua bulan. Selanjutnya, menjabat  Wakaden B Mimika Sat Brimob Polda Papua pada September 2007 dan Wakapolres Mimika.

Tahun 2010 Jeremias Rontini  mengikuti Sespim, selanjutnya bertugas di Polda Papua. Tak lama kemudian, ia dilantik sebagai Kasatgas Objek Vital Nasional di tambang emas PT. Freeport Indonesia di Mimika. Sepulang dari Mimika, Jeremias Rontini  dilantik sebagai Kapolres di Boven Digoel pada Oktober 2011.
“Saya satu-satunya Kapolres berpangkat Kompol, sehingga saya disebut-sebut Kapolres termuda diseluruh Indonesia,” katanya bangga, seraya menambahkan dirinya  lebih kaget lagi, ketika ia dipercayakan menjadi Kapolres Mimika.”
Ditanya seorang Jeremias Rontini dikenal cepat dnn tepat mengatasi konflik, Jeremias mengaku untuk menciptakan aman dan nyaman kuncinya soliditas. Soliditas menyangkut kepentingan publik.
“Kita harus lakukan dengan langkah-langkah yang solid, baik dari pemerintah, teman-teman TNI serta  elemen masyarakat, agama dan intelektual serta internal. Tanpa hal itu tak akan pernah memecahkan masalah di Papua,” tukas anak kedua  dari enam bersaudara.(*/don/l03/@dv)

RIWAYAT HIDUP
Nama                      : Jeremias Rontini
Jabatan                   : Kapolres Mimika
Tempat/ /Tgl Lahir   : 18 Agustus 1974
Agama                    : Kristen

PENDIDIKAN UMUM
SD  1987
SMP 1990
SMA 1993
S2  2011

PENDIDIKAN POLISI
Akpol  1996
PTIK 2005
Sespim 2010

PENDIDIKAN JURUSAN
Das Pa Brimob  1997
Sus  Bahasa Inggris  1997
Pelopor  1998

PANGKAT
Ipda 1996
Iptu 2000
AKP 2003
Kompol 2008
AKBP 2012

RIWAYAT  JABATAN
11-07-1997  Pama Korbrimob Polri
30-12 -1997 Danton Kie Yon B Men I
01-12-2000  Pasi Intel Yon A Men III
26-04-2001  Danki 3 Yon C Men III
17-05-2002  Pasi Ops Yon C  Men III
06-06-2005  Pama PTIK
11-04-2006  Pama Polda Papua
19-05-2006  Waka Den B Sat Brimob Polda Papua
04-07-2007  Waka  Polres Puncak Jaya
19-09-2007  Waka Den B Mimika Sat Brimob Polda Papua
08-10-2008  Waka Polres  Mimika
08-10-2010  Pamen Polda Papua
19-10-2010  Kasat II Dit Narkoba Polda Papua
31-07-2011  Kasubdit Kilas Dit Pamovit Polda Papua
19-10-2011  Kapolres Boven Digoel
24-10-2012  Kapolres Mimika

TANDA JASA
Satya Lacana Kesetiaan 8 Tahun
Satya Lacana Dharma Nusa

LAPORAN: MAKAWARU DA CUNHA/BINTANG PAPUA
Sumber: http://bintangpapua.com

Jhonny Edison Isir, Meraih Ranking Pertama Selama Sejarah Akpol

Laporan: Makawaru da Cunha, Bintang Papua

BERASAL dari keluarga yang hidup dalam keterbatasan, tapi penuh disiplin, akhirnya menjadi motivasi dan modal bagi AKBP Jhonny Edison Isir, S.IK, MTcP yang  sering  disapa Edison untuk memilih hidup menjadi seorang anggota Polri. Kini ia menjabat Kapolres Jayawijaya sejak Mei 2013.

Apa yang diraihnya kini,  tidaklah mudah, melainkan membutuhkan perjuangan dan kerja keras. Saat bersekolah SD Kristus Raja Dok VIII Jayapura tahun 1981-1987, Edison menjual nasi kuning buatan ibunya di sekolahnya.

“Hidup sangat pas-pasan, untuk memenuhi kebutuhan hidup, Mama saya masak nasi kuning, setiap pergi sekolah saya pikul nasi kuning sama kakak pertama saya, bawa ke Kantin sekolah untuk dijual,”  kenang Edison yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.

Menurut Edison, Ayahnya  seorang  anggota  Polri  Papua produk lama, pangkatnya paling rendah. Ayah mendidik mereka sekeluarga  dengan keras dan disiplin. Saban hari, Edison kecil melihat anggota Polri, menginspirasinya menjadi seorang anggota  Polri.

Setelah tamat dari SD Kristus Raja, Edison melanjutkan sekolah di SMP Negeri 2 Jayapura (saat ini SMP Negeri 6 Jayapura)  dari tahun 1987 hingga 1990.

“Karena hidup sangat terbatas, terkadang saya ke sekolah jalan kaki,” ujarnya.

Kemudian pada tahun 1990, Edison melanjutkan sekolah di SMA Taruna Nusantara. 
Setelah menyelesaikan SMA Taruna Nusantara, Edison mencoba mencari jatidiri bersama empat temannya meninggalkan Jayapura.

“Saya bersama teman-teman ke Pulau  Jawa dan mendaftar di Akabri, pada saat itu saya sempat bingung mau pilih Polri atau TNI, puji Tuhan dari sisi psikologi saya diterima di Akpol Semarang karena sejak kecil saya bercita-cita ingin menjadi anggota  Polri,” tuturnya Edison yang meraih penghargaan Adhimakayasa sebagai lulus Akpol terbaik tahun 1996 dari Presiden RI kedua Soeharto .

“Saya meraih rangking pertama dari seluruh mahasiswa Akpol selama sejarah berdirinya Akpol,” tutur Edison  bangga.

Sejak menjadi anggota  Polri, Edison yang lahir di Jayapura, 7 Juni 1975 lalu ini, tidak langsung ditugaskan di Papua, melainkan penempatan pertamanya di Polres Dili, Provinsi  Timor-Timor di bagian Pamapta tahun 1997-1998. Selama kurang lebih dua tahun, Edison pindah tugas di Polres Surabaya Timur pada  Polda Jawa Timur sebagai KBO Serse Desember 1999 hingga Juli 2000.

Meski jauh dari sanak keluarga yang tinggal di Jayapura Papua, tukasnya, selama kurang lebih 10 tahun Edison bertugas di wilayah hukum Polda Jatim, hingga pada Mei 2013 Edison menjabat Kapolres Jayawijaya.

“Selaku manusia yang serba terbatas, tentunya saya bersyukur kepada Tuhan atas kepercayaan dari pimpinan, sehingga saya menjabat sebagai Kapolres  di Papua khususnya di Wamena, tanah yang luar biasa. Dimana orang bilang kalau ke Papua tetapi belum ke Wamena, itu berarti belum ke Papua,”tuturnya.

Selain bersyukur, kata Edison, dirinya juga merasa bangga, karena bisa lebih melayani dan melaksanakan tugas pokok dan fungsi serta kewenangan kepolisian di tengah-tengah masyarakat Papua, sehingga bisa lebih merasakan apa yang dirasakan masyarakat, dengan mengakomodir dalam tugas poko kepolisian baik penegakan hukum, maupun perlindungan dan pengayom masyarakat.

“Sebagai Kapolres, ini merupakan suatu kepercayaan yang harus saya jaga benar-benar dalam tindak tanduk, baik dalam sikap perilaku maupun tindakan. Menjadikan diri seorang pribadi yang komit, penuh integritas untuk menjaga kepercayaan, karena kepercayaan itu suatu hal yang susah didapat dan sangat sulit dipertahankan tetapi mudah dihancurkan,”ujarnya.

Dalam melaksanakan tugas sehari-hari, prinsip yang dipegang dan dijadikan pedoman adalah berdoa dan bekerja (Ora  et Labora), sehingga hidup lebih bermakna, bermanfaat bagi lingkungan yang lebih besar.

“Keberadaan kita harus bisa memberikan manfaat bagi orang lain, dimana kita berada, apa yang saya dapat bukan hanya untuk diri pribadi dan keluarga, tetapi bermanfaat bagi masyarakat luas,”jelasnya.

Untuk itu, Edison mengajak kepada seluruh generasi muda Papua, untuk terus bekerja dan selalu takut akan Tuhan.

“Kepada adik-adik di Papua, tidak ada kunci untuk kesuksesan kalau tidak takut akan Tuhan, kita harus pegang hidup Takut akan Tuhan. Untuk mendapatkan apa yang kita inginkan tidak bisa tercapai dengan bermalas-malasan, tetapi kita harus kerja keras, mandi keringat, air mata kalau perlu mandi darah,”imbuhnya.

Edison mengakui, selama menjadi seorang bhayangkara, masih banyak yang belum tercapai, salah satunya adalah bagaimana mewujudkan harapan masyarakat terhadap polisi.

“Karena masyarakat dinamis, tuntutan masyarakat kepada polisi banyak, diantaranya bagaimana polisi bisa melindungi, mengayomi, melayani, menegakan hukum yang benar-benar profesional, proporsional, prosedural dan  akuntabel,” kata Edison.

“Anggota  Polri harus maju, bagaimana kita bisa wujudkan suatu profil Polri yang humanis, kalau tampil sebagai penegak hukum harus menjunjung tinggi nilai-nilai HAM. Dimana polisi ibarat dua mata uang yakni anggota Polri sahabat masyarakat di satu sisi, dan sisi lain harus  tegas menegakan hukum dan keadilan bagi masyarakat,” imbuhnya. (*/don/l03/@dv)

Profil
Nama                 : AKBP Jhonny Edison Isir, S.Ik,M.TcP
TTL                    : Jayapura, 7 Juni 1975
Istri                    : Ny Astrid Alice Parera
Anak                   : 1. Victoria Hermione Isir
2. Velove Malikha Isir
Pendidikan       :
1. SD Kristus Raja Jayapura               (1981-1987)
2. SMP Negeri 2 Jayapura                  (1987-1990)
3. SMA Taruna Nusantara Magelang   (1990-1993)
4. Akpol Semerang                           (1993-1996)
5. PTIK                                            (2001-2003)
6. Master of Transnational Crime Prevention/M.TCP University of Wollongong Australia (2006)

Riwayat Karir Kepolisian
1. Penempatan pertama sebagai Pamapta Polres Dili Timor-timor (1997-1998)
2. Kasat Serse Polres Masiana Timor-Timor (1998-1999)
3. Kasat Shabara Polres Dili (1999)
4. KBO Serse Polres Surabaya Utara Polda Jatim (Desember 1999-Juli 2000).
5. Kanit Res Inte Polsek Krembangan Polres Surabaya Utara Polda Jatim (2000-2001)
6. Kapolsek Karangpilang Polres Surabaya Selatan (2003-2005)
7. Kanit I Sat II Ekonomi Dit Reskrim Polda Jatim (2007-2008)
8. Wakasat Serse Polwiltabes Surabaya (2008-2009)
9. Wakapolres Surabaya Selatan Polda Jatim (2009-2010).
10. Kanit II Sat I Pidum Ditreskrim Polda Jatim (2010-2011)
11. Kanit I Subdit II Hardabangta Ditreskrimum Polda Jatim (2011-2012).
12. Kasubdit III Tipikor Dirtreskrimsus Polda Papua (2012-2013)
13. Kapolres Jayawijaya (Mei 2013 – sekarang).

Riwayat Penugasan:
1.Satgas BBM Ilegal Batam (2005)
2.Satgas Bareskrim Polri ( 2011-2012)
3.Kasatgal Anti Korupsi Polda Papua (Januari 2013 hingga sekarang)

Penghargaan;
1. Satya Lencana Seroja (1999)
2. Satya Lencana 8 Tahun
3. Satya Lencana Dharma Nusa (2005)
4. Satya Lencana 16 Tahun

Prestasi;
1. Menerima Penghargaan Ati Tanggap (1999)
2. Menerima Adhimakayasa Lulusan Terbaik Akpol (1996).

Sumber : http://bintangpapua.com/

Malam Gebyar dan Prasetya Alumni Angkatan XXI

Tiga tahun telah berlalu sejak siswa angkatan XXI memasuki kompleks sekolah ini. Kehidupan di asrama membuat ikatan yang sangat kuat. Jumat, Juni 14, 2013, waktunya bagi mereka untuk menandai puncak kebersamaan mereka yaitu “Malam Gebyar.”

Para siswa SMA Taruna Nusantara Batch XXI yang melabeli diri mereka sebagai AURORA XXI melemparkan pesta akbar yang dihadiri oleh beberapa tokoh kunci yang juga orang tua dari lulusan seperti Dr Anggito Abimanyu, Mayjend Heru Cahyono, Kepala LPTTN, Laksda TNI (Purn.) Yuwendi dan tamu lainnya.

Prasetya Alumni

Daftar Penerima Penghargaan :

Penghargaan Kartika Cendekia
Diberikan Kepada Siswa Lulusan Terbaik Aspek Akademik Yang Memperoleh Nilai Tertinggi Pada Ujian Nasional Dan Ujian Sekolah :
1.    Program IPA Diraih Oleh Siswa Yokanan Wigar Satwika
2.    Program IPS Diraih Oleh Siswi Komang Ayu Widi Utami Putri

Penghargaan Taruna Cendekia Buana
Diberikan Kepada Siswa Yang Terpilih Mewakili Indonesia Dalam International Exhibition For Young Inventors Di Kuala Lumpur Malaysia, Atas Nama Siswa Antonius Wisnu.

Penghargaan Bintang Garuda Tri Sakti Taruna Tama
Diberikan Kepada Siswa Lulusan Terbaik Pada Kebulatan Ketiga Aspek : Akademik, Kepribadian, Dan Kesamaptaan Jasmani :
1.    Emas Diraih Oleh Siswi  Anastasha Puspagita Herasmoro
2.    Perak Diraih Oleh Siswi  Irnanda  Mas Putri
3.    Perunggu Diraih Oleh Siswa Firmansyah Aditya Muchti

Defile

Passing Out