Menhan Terima Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara

http://www.dmc.kemhan.go.id

Jakarta, DMC – Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Selasa (24/4) menerima Ketua Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) Deddi Noerdiawan bersama sejumlah Pengurus Ikastara di kantor Kemhan, Jakarta. Kedatangan Ikastara kepada Menhan kali ini adalah dalam rangka menjelaskan beberapa hal mendasar tentang organisasi Ikastara sebagai wadah dari para Alumni Siswa SMA TN serta berbagai kegiatan yang selama ini dilaksanakan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Ikastara yang merupakan angkatan ke IV SMA TN menjelaskan bahwa saat ini organisasi Ikastara telah mencapai anggota sebanyak kurang lebih 5400 Alumni dari 19 angkatan yang tersebar di berbagai bidang profesi baik di sipil maupun militer. Selain itu, para Alumni SMA TN juga tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Dari keseluruhan Alumni SMA TN yang bergabung dalam Ikastara, sekitar 39 % adalah Perwira TNI dan Polri. Meskipun para alumni SMA TN tersebar secara keprofesian di beberapa bidang, namun tetap masih mempunyai satu kesamaan wawasan kebangsaan yang cukup kental.

Lebih lanjut Ketua Ikastara yang saat ini kesehariannya menjadi Dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menjelaskan kepada Menhan tentang kegiatan – kegiatan yang dilaksanakan oleh Ikasatar sebagai suatu wadah dari para Alumni SMA TN.

Sebagai bentuk partisipasi dan kontribusi dalam memberikan pemikiran-pemikiran di bidang pertahanan negara, pada tahun 2008 Ikastara telah membentuk organisasi atau lembaga kajian khusus bidang pertahanan yang disebut Tandef (Think And Act for National Defense). Tandef dibentuk sebagai salah satu keinginan dari para Alumni SMA TN untuk berkontribusi kepada kepentingan negara khusus di bidang pertahanan.

Selain Tandef, Ikastara saat ini juga telah mempunyai organisasi lainnya seperti Business Community dan juga ada yang disebut Ikastara Dana Rakca yang merupakan organisasi untuk Alumni SMA TN yang berprofesi di bidang keuangan Negara. Melalui organisasi – organisasi ini diharapkan akan terus terkonsulidasi semangat satu nusa satu bangsa diantara para Alumni SMA TN.

Ketua Ikastara menambahkan, program terbaru dari Ikastara adalah program yang disebut PIALA yaitu Pengabdian Ikastara Untuk Sekolah, program ini dimaksudkan untuk membantu SMP – SMP dalam menyusun kurikulum – kurikulum yang berbasis bela negara. (BDI/SR)

Tes Samapta Kelas XI

“Tes Samapta” adalah kosakata istimewa bagi siswa SMA Taruna Nusantara. Kegiatan yang mengetes kebugaran fisik siswa ini dilaksanakan sekali dalam semester. Seorang siswa dinyatakan lulus SMA Taruna Nusantara kalau lulus bidang akademik, kepribadian dan kesamaptaan jasmani. Minggu ini, inilah kali ke dua siswa kelas XI melaksanakan tes samapta. “Dalam Badan yang Sehat Terdapat Jiwa Yang Kuat” atau “Men Sana et Corpore Sano”.

Kartinian 2012

Sabtu, 5 Mei 2012, kampus SMA Taruna Nusantara yang biasa didominasi baris, apel dan upacara; semarak dengan lenggang siswa dalam batik casual aneka corak. Peringatan Hari Kartini di SMA Taruna Nusantara selalu special. Kepala Sekolah, pengurus beserta istri masuk venue di GOR melewati jajar kehormatan putrid-putri Tonpara dalam batik nan anggun. Laporan siswa Nursakinah Bina Rachmawati menghentak GOR dengan suara tegas tetapi indah. Ibu Bambang Sumaryanto yang berhalangan hadir diwakili Ibu YB. Suparmono, yang dalam sambutannya menekankan, “Kita bisa meneladani sikap RA Kartini yang mendobrak sifat nrimo menjadi jiwa yang pantang menyerah.” sementara Kepala Sekolah menyatakan, “Kegiatan Kartinian ini selaras dengan wawasan kebangsaan yang dikembangkan di SMA Taruna Nusantara.

Acara puncak yang didahului berbagai lomba seperti lomba kebersihan graha, tari kreasi dan stand up comedy sungguh merupakan gelar kreativitas para siswa. Siswa menggali property yang ada di graha menjadi kostum serta peralatan tampil. Piyama, sarung, celana olahraga, seprei , selimut, saputangan leher pramuka menjadi perlengkapan yang mengundang tawa. Kejadian-kejadian seputar sekolah, graha dan pamong menjadi bahan canda dalam stand up comedy.

Di puncak acara diumumkan juara Fashion/Batik Show dengan hasil sbb:
Juara 1, pasangan Siti Authira dan Aryo Bimo Seto kelas XI IA-8
Juara 2, pasangan Riskiyani Nadifa Putrid an Dwiki Ginanjar Fadila kelas XI IA-2
Juara 3, pasangan Eka Indri Widiarti dan Abda Malika Mulki dari XI IA-3
Juara Favorit, pasangan Aya Syafira dan Amer Maskah dari XI IS-1
Photogenic Putra: Abda Malika Mulki dari XI IA-3
Photogenic Putri: Adantia Noveria kelas X-7

Peserta dengan nomor peserta 16 dengan kostum etnik Bali mampu menyedot perhatian hadirin, namun karena dress code yang digariskan adalah casual, maka tidak memenuhi criteria lomba.

Selamat para siswa. “Dengan Semangat Kartini Kita Tingkatkan Peran Aktif Wanita dalam Pendidikan Indonesia.”

Upacara Hardiknas dan Pameran Pendidikan

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Paskib SMA Taruna Nusantara bertugas mengibarkan bendera pada upacara Hardiknas di Kabupaten Magelang. Selain itu SMA Taruna Nusantara ikut serta dalam pameran pendidikan dan penampilan seni nusantara yang diwakili oleh siswa yang berkolaborasi dalam permainan angklung dan kulintang yang berturut-turut berasal dari Jawa Barat dan Sulawesi Utara. Pameran serta penampilan SMA Taruna Nusantara mendapat sambutan antusias pengunjung.

Paskib SMA TN bertugas dengan khidmat
Dari kiri:
1. Galih F Fitono
2. Wahyu Suryodarsono
3. Adena Dian Hertanto (Komandan Kelompok 17 Paskibraka 2011 di Istana Negara Jakarta)

Pleton siswa SMA Taruna Nusantara dalam seragam pramuka.

Satu pleton siswa putri dalam seragam pramuka.

Satu pleton siswa putra dalam seragam OSIS

Drs. Harsono, M.Pd., M.Si. memberi penjelasan kepada pengunjung.

Wakil Bupati Magelang mengunjungi stand SMA TN.

Siswa tidak kalah antusias dalam menjelaskan kepada adik2 siswa yang berkunjung.

Kolaborasi kulintang dan angklung.

Siti Authira Lanacitra, vocalis SMA TN yang juga Duta Wisata, melantunkan lagu diiringi kolaborasi angklung dan kulintang.

RINTISAN IMPLEMENTASI MATERI KEWIRAUSAHAAN DALAM KURIKULUM SMA TARUNA NUSANTARA

RINTISAN IMPLEMENTASI MATERI KEWIRAUSAHAAN DALAM KURIKULUM SMA TARUNA NUSANTARA

Dalam rangka pelaksanaan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) TP 2011/2012 dalam bidang penguatan kurikulum, telah dilakukan Workshop Pengembangan Kurikulum SMA TN pada bulan Desember 2011.

Selain pengembangan kurikulum secara umum sesuai ketentuan standar nasional pendidikan khususnya standar isi, terdapat satu hal yang spesifik yaitu integrasi materi kewirausahaan dalam kurikulum SMA TN. Langkah ini dilakukan atas ide dan dukungan stake holder khususnya komite sekolah dan ditanggapi sekolah untuk selanjutnya menjadi komitmen untuk merealisasikan. Untuk itu perlu ditempuh langkah-langkah rintisan pelaksanaan kurikulum yang mengimplementasikan materi kewirausahaan, yang selanjutnya dilakukan evaluasi dan perbaikan secara bertahap dan berkelanjutan.

SMA Taruna Nusantara merupakan sekolah menengah umum yang memiliki karakteristik tertentu dalam pelaksanaan pendidikan. Karakteristik SMA Taruna Nusantara terletak pada sIstem berasrama penuh (full boarding school) dengan kehidupan asrama menjadi bagian integral dalam system pendidikan yang dilakukan. Oleh karena itu secara sistematik dan ekplisit seluruh aktifitas keseharian siswa (daily life) diatur dalam struktur kurikulum khusus yang menjadi bagian integral dari kurikulum SMA TN yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang ditentukan secara nasional sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Diharapkan muatan kurikulum khusus SMA Taruna Nusantara dapat menjadi keunggulan distinctif yang bersifat unik dan karakteristik serta memiliki peran strategis dalam pencapaian visi dan missi yang ditetapkan.

Tujuan kurikulum khusus adalah mengembangkan potensi kepemimpinan siswa secara optimal yang berwawasan kebangsaan, kejuangan dan kebudayaan. Diharapkan pada saatnya nanti dengan bekal yang diberikan para siswa dapat menjadi kader pembangunan bangsa yang mampu menjawab tantangan yang dihadapi pada jamannya. Dengan demikian muatan kurikulum khusus perlu bersifat dinamis dalam mengantisipasi arah dan kecenderungan perubahan dengan tetap menanamkan nilai-nilai dasar budaya bangsa yang kuat.

Dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi kecenderungan muatan kurikulum nasional yang mengedepankan suatu upaya integrasi pengembangan karakter siswa dan jiwa kewirausahaan. Kedua hal tersebut sesungguhnya sejak SMA Taruna Nusantara didirikan tahun 1990 telah diiplementasikan dalam operasional pendidikan. Untuk pendidikan karakter secara jelas dan eksplisit telah di lakukan dengan pedoman pembinaan kepribadian siswa dan pedoman evaluasinya. Sedangkan untuk kewirausahaan secara implisit tersampaikan dalam pengembangan potensi kepemimpinan baik pengembangan ilmu-ilmu kepemimpinan, organisasi dan manajemen melalui mata pelajaran khusus, pengembangan sifat-sifat kepemimpinan dalam pengasuhan sehari-hari maupun pelatihan seni dan teknik memimpin yang diatur agar seluruh siswa berkesempatan menjadi leader bagi teman-temannya.

Adanya kesadaran akan perlunya kewirausahaan diimplementasikan dalam kurikulum sekolah menengah merupakan hal yang sangat sejalan dan berimpit dengan pola pelaksanaan kurikulum khusus SMA TN yang bertujuan menyiapkan kader bangsa yang handal menghadapi tantangan di masa depan. Oleh karena itu manakala ide tentang penambahan materi kewirausahaan dalam kurikulum SMA TN dimunculkan maka semua stake holder menyambut dengan baik an berkomitmen untuk bersama-sama mewujudkan ide tersebut.
Momentum tersebut perlu segera ditindak lanjuti agar terealisasi menjadi suatu muatan kurikulum dengan hasil yang dapat teramati dan terukur serta terlihat (tangible). Langkah-langkah rintisan yang telah dan akan ditempuh meliputi:

1. Munculnya ide dan gagasan tentang perlunya memasukkan materi kewirausahaan dalam kurikulum SMA TN dari komite sekolah pada akhir tahun 2011.

2. Sekolah menyambut positif dengan melaksanakan diskusi kecil yang hasilnya disiapkan untuk dibahas dalam forum workshop pengembangan kurikulum SMA TN.

3. Hasil workshop berupa komitmen untuk memasukkan kewirausahaan ke dalam kurikulum SMA TN melalui dua jalur :

a. Integrasi dalam setiap mapel pada materi-materi yang relevan dan memungkinkan memasukkan aspek-aspek kewirausahaan. Upaya ini telah dilakukan dengan menganalisis silabus oleh setiap guru mata pelajaran, kemudian memasukkan aspek kewirausahaan apabila dinilai relevan dan dapat dikembangkan melalui materi ajar tersebut.

b. Menambahkan materi kewirausahaan secara eksplisit dalam silabus mata pelajaran kenusantaraan kepemimpinan sebagai materi ajar. Mata pelajaran ini berisi tentang nilai-nilai budaya dasar bangsa, nilai-nilai khas siswa SMA TN, serta dasar-dasar kepemimpinan, organisasi, manajemen, sehingga sangat sesuai (kompatibel) jika ditambahkan materi kewirausahaan.

4. Komitmen tersebut perlu ditindaklanjuti dengan penyiapan materi ajar yang disusun sesuai dengan tingkat perkembangan siswa yang selanjutnya dilakukan langkah-langkah rintisan dalam realisasi pembelajarannya.

Untuk menuju terwujudnya gagasan implementasi materi kewirausahaan dalam kurikulum SMA TN telah, sedang dan akan dilakukan langkah-langkah yang berupa tahapan ide dan penyiapan konsep, tahapan rintisan awal realisasi, tahapan penyempurnaan dan tahapan pengembangan.

1. Tahapan Ide dan Penyiapan Konsep
a. Tahapan ini telah dilakukan dengan adanya beberapa pertemuan dan melalui workshop yang menghasilkan konsep awal.

b. Dalam workshop para Pamong mendapat prasaran dari nara sumber dan dalam diskusi diperoleh dua cara penyampaian materi kewirausahaan. Pertama melalui integrasi berbagai mapel, kedua diberikan langsung dalam mapel Kenusantaraan kepemimpinan. Kedua jalur tersebut akan ditempuh karena diperhiutngkan akan terjadi sinergi. Selanjutnya untuk cara yang pertaman para Pamong melakukan analisis silabus setiap mata pelajaran kemudian mengintegrasikan aspek-aspek kewirausahaan yang relevan dan dapat dikembangkan melalui bahan ajar tersebut.

c. Untuk cara yang kedua disepakati komitmen untuk merealisasikan penyampaian materi kewirausahaan pada mapel kenusantaraan kepemimpinan dalam tahap rintisan pada akhir TP 2011/2012.

2. Tahap rintisan akan dilakukan dengan langkah-langkah :

a. Menyusun garis besar materi ajar kewirausahaan yang akan diberikan melalui mata pelajaran kenusantaraan dan kepemimpinan

b. Melakukan penataan tahapan penyampaian materi dari kelas X, XI, dan XII diselaraskan dengan urutan materi lainnya.

c. Menyiapkan bahan ajar berupa hand out atau diktat yang disusun berdasarkan berbagai referensi yang relevan dan disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa.

d. Mulai melaksanakan penyampaian materi pada akhir tahun pelajaran 2011/2012 dengan melibatkan stake holder yang berkompeten disesuaikan dengan kebutuhan, kesempatan dan keterkaitan, antara lain pamong mapel ekonomi dan lainnya, orang tua siswa, alumni atau nara sumber lainnya.